Tahun lalu tepatnya 20 agustus (kira-kira) 2009 adalah hari H gw untuk meninggalkan orangtua, adek, nenek, om tante, teman- teman, rumah, bantal, guling, kasur, koleksi bo .... eh bo boneka power ranger :D, dan terlebih lagi negara ku yang tercinta Indonesia menuju ke Belanda Negara kompeni yang menjajah kita selama 3 1/2 abad lamanya dan gw tanpa sadar ntah apa alasannya (ntah bisa disebut alasan atau tidak, I will tell you that story di kesempatan berikutnya) memilih musuh bebuyutan bangsa Indonesia tempoe doloe ini sebagai tempat berlabuh menggapai diploma sarjana s-1 ini.
Anyway, jujur, I felt very nervous and afraid at that time karena 17 hours perjalanan di pesawat sendiri tanpa bokap nyokap adek yang ikut dalam perjalanan ini + membawa koper yang beratnya naujubila min jalik yang masuk bagasi pesawat dan tas ransel isi komputer, jacket, dan pernak pernik lainnya SENDIRIAN ya semua itu saya bawa SENNDIRIAN dengan badan kurus kerempeng dengan berat yang g proposional dengan tinggi badan membuat gw ingin membelikan 1 tiket tambahan untuk ibu tukang pijet langganan gw (I wish).
Kemudian, my plane flew away from Bandara Soekarno Hatta, dan perlahan meninggalkan Indonesia, negara Archipelago yang mempunyai hampir 17,000 pulau dan makanan yang enak. Transit di Malaysia sebentar dan langsung lanjut menuju Schipol, International Airport di Belanda. dan mulailah kehidupan gw sebagai mahasiswa perantauan internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar